Ibarat sebuah kacang

kacang tanah dulunya merupakan sebuah biji,

sebuah biji di tanam oleh petani kacang yang belum tentu yakin apakah kacang ini akan tumbuh subur nantinya.

biji kacang tanah ini pun berusaha mencari kehidupan di dunia barunya dengan melawan cacing tanah dan serangga lain yang mencoba untuk memakkannya

kadang biji kacang harus bergerak keras untuk memperluas ruangnya di dalam tanah dengan harapan pucuk bijinya dapat tumbuh tanpa halangan.

untuk dapat tumbuh biji kacang terus menunggu dan mencari setitik air yang masuk ke dalam tanah, karena telah terbiasa mencari tahu sturktur tanah tempatnya dia mulai mengeluarkan akar yang berguna untuk memperbesar penyerapan airnya agar pucuknya dapat tumbuh tinggi menembus tanah,

pada saat pucuknya mulai muncul setitik di tanah, ulat di atas tanah mulai menggerogoti pucuknya, tapi dengan sabar sang mantan biji kacang menerima semua gigitan busuk dari si ulat dan terus meminum air di dalam tanah, namun beberapa waktu sang biji tanah yang hampir sekarat mengenal adanya hujan dari biji biji air yang menerpanya.

atas kerja keras mencari air dan bantuan hujan biji tanah berhasil tumbuh lebih besar daripada gigitan ulat-ulat di atas tanah.

dengan tambah tingginya biji kacang dan batangnya yang masih hijau dan mudah patah, kacang di tagetkan dengan terpaan angin yang sangat besar, dia mencoba melawan angin akibat bekas akar akar kuatnya yang dahulu mencari air baginya.

namun sayangnya suatu waktu biji kacang di hantam oleh angin yang tidak bisa dia lawan yaitu badai, akhirnya batang kacangpun patah dan akar kacangpun banyak yang tepisah pisah.

kacangpun merasa masa hidupnya sudah tinggal di awang..

beberapa saat petani datang dan mencabut si kacang.

terperanjaklah si kacang melihat betapa banyak biji kacang yang ia hasilkan dan lindungi di pusat dari akar-akarnya.

kacang tua pun tersenyum dan berharap semoga apa yang telah dia lakukan dapat memberi semangat hidup terhadap biji kacang yang sekarang di masukkan lagi ke dalam tanah oleh petani.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s