Jalan Hidup – Part.1 Harimu adalah hari ini –

Jalan Hidup – Part.1 Harimu adalah hari ini –
Umurku sudah setengah umur lelaki yang bijaksana,
Para Pendahulu berkata bahwa umur seginilah dimana
seorang manusia mencari jati dirinya.
dan aku ikrarkan dengan mantab bahwa jati diriku ialah jati diri Islam Keemasan,
kenapa aku berkata seperti itu karena aku akan belajar semua hal baik dari barat dan timur
menurut seorang ahli, semua kebaikan ada di jati diriku laksamana barang yang hilang hendaknya
kita ambil kembali.
Dalam menjalani kehidupan hendaknya kita selalu menuntut ilmu, baik membaca dan belajar dari pengalaman
baik dalam hal ilmu teknologi dan psikologi islam.
untuk bidang psikologi islam saya disini tertarik dengan buku karangan Dr.’Aidh Al-Qarni dimana buku ini saya
akan jadikan pegangan dan materi dari tulisan Jalan hidup ini.

Bismillahirahmannirahim

PROLOG

– Anda memiliki mata yang tidak buta, telinga yang bisa mendengar, tangan yang
tidak buntung, kaki yang mampu berdiri tegap.
Begitulah sebenarnya anda berada dalam kenikmatan tiada tara, tetapi anda tidak menyadarinya
anda tetap merasa tesah,suntu,sedih dan gelisah.
selama masih ada nasi untuk disantap, air untuk diteguk , dan kesehatan untuk terus berbuat

<><><> Harimu adalah hari ini <><><><>

Anggap saja hari ini hari dimana anda diberikan kesehatan sempurna, engergi sempurna
yang tidak tentu anda ketahui besok.. intinya jadikan hari ini bermakna disetiap menitnya jadikan
ribuan tahun dan tiap detiknya jadikan ribuan bulan.
Terimalah segala sesuatunya dengan keridauan dan keikhlasan
Jika anda dapat minum air jernih hari ini mengapa harus bersedih atas
air asin yang anda minum kemarin atau mengkhawatirkan air hambar esok yang belum terjadi?
dengan semangat dan tekad yang kuat anda dapat hidup hari ini
“Hanya hari ini aku berkesempatan tak berucap kotor an mencela,menghardik dan membicarakan orang lain
hanya hari ini aku dapat menertibkan rumah yang berantakan, dan karena hari ini saja aku akan hidup
maka aku akan memerphatikan kesehatanku,kebaikan tutur kata dan mengerjakan semua jalan menuju mimpiku”

“Wahai masa lalu yang telah selesai aku, tenggelamlah beseta mataharimu dan aku tidak akan pernah menangisi keperhianmu
dan termengung sedikitpun untuk mengingatmu”
-<><><>-Yang lalu biarlah berlalu-<><><>-
tindakan mengingat masaa lalu, dan kemudian bersedih ialah tindakan bodoh
itu akan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yan belum terjadi
Sebaiknya masalalu itu dilipat dan tak pernah dibuka kembali, cuku ditutup rapat-rapat
lalu disimpan dalam ruang penglupaan dan diikat tali kuat dalam penjara pengacuhan

karena masalalu telah berlalu dan habis, keresahan dan kesedihan tidak mampu mengembalikanya
karena memang sudah tidak ada.

JANGAN MENGELUARKAN MAYAT-MAYAT DARI KUBURNYA
Angin akan terus kedepan
Sama halnya dengan mengabaikan istana istana Indah dengan sibuk meratapi puing puing yang sudah lapuk

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Pemikiran, Pengalamanku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s