Monthly Archives: September 2011

ITS echo campus vs kampus penyumbang emisi gas

     ITS merupakan kampus yang terus berkembang menuju kesempurnaan, berbagai program di jalankan untuk menuju kesempurnaan tersebut, beberapa bulan kedepan ITS akan menapaki tahunnya yang ke-51, seperti kita ketahui dari berbagai macam spanduk dan sponsor dikawasan kampus yang mengiklankan program andalan ITS pada umurnya yang ke-51 yaitu ITS echo-campus, program ini mengedapankan kampus hijau, dimana polusi diperkecil dan tentu saja pengurangan kendaraan bermotor.
     dengan melihat fakta yang ada sampai saat ini bahwa  ITS ialah salah satu penyumbang emisi gas yang lumayan tinggi di surabaya, emisi gas ini khusunya di hasilkan dari sepeda motor, bayangkan saja ada sekitar 3000 mahasiswa ITS angkatan baru dan menurut saya ada sekitar 60-70% atau 1900 mahasiswanya yang memakai sepeda motor, itu saja baru satu angkatan bagaimana dengan angkatan-angkatan diatasnya, kalau dihitung secara kasar ya ada sekitar 7600 motor di kawasan ITS (perhitungan ini hanya dari mahasiswa S1 tidak termasuk D3) bayangkan betapa tingginya angka polusi yang dibawa mahasiswa ITS ini.
Lalu apa solusi masalah ini? saya rasa saat ini solusi transportasi intrakampus dari pihak institut belum ada sama sekali, institut memang mencanangkan program Ec0-campus dengan membuat arak-arakan sepeda disertai dengan simbol rektor yang bersepeda mengelilingi kampus namun saya rasa hal itu percuma saja karena tidak berdampak nyata bagi mahasiswa. ITS merupakan kampus yang sangat luas, luas kampus saat ini sekitar 180 hektar, itu dapat dikatakan sangat luas dan dengan gedung yang terpisah-pisah secara menyebar sehingga untuk berpindah dari satu gedung ke gedung yang lain membutuhkan waktu yang lumayan lama, oleh karena itu solusi bagi mahasiswa ialah menggunakan motor atau mobil (penggunaan mobil sekitar 5%). namun penggunaan sepeda juga harus diperhitungkan sekitar 10-15% mahasiswa dan sisanya 10% berjalan kaki, hal ini mendasari bahwa kebutuhan  transportasi intrakampus sangat diperlukan apalagi saat ini semangkin banyak mahasiswa ITS yang tidak hanya berasal dari Jatim tetapi seluruh pelosok Indonesia ya karena ITS punya Indonesia, banyak orang-orang ini tidak mungkin membeli motor disini karena tidak mempunyai KTP surabaya sehingga mereka memilih membeli sepeda atau berjalan kaki.
     Coba kita tiru Universitas Indonesia yang menyediakan solusi berupa bis dan sepeda kampus, ITB juga dengan sepeda kampus,lembaga pendidikan tersebut dengan bijak memberikan kemudahan kepada mahasiswanya padahal saat ini ITS merupakan lembaga top indonesia jadi kita jadi seharusnya kita membandingkannya dengan lembaga pendidikan  unggul lain bukan hanya membandingkanya dengan lembaga pendidikan di Surabaya saja (pengalaman saya dengan salah satu dosen yang membandingkan ITS dengan UNESA).
intinya seharusnya ITS memberikan sarana transportasi seperti Bis kampus atau sepeda kampus agar mahasiswa mudah bergerak di dalam kampus dan juga mengurangi polusi sehingga udara dalam kampus bersih, mungkin ITS berpikir “sudah banyak yang menggunakan motor kalau kita sediakan transportasi lain mungkin tidak akan laku”, tapi saya yakin perkembangan kedepanya motor akan berkurang dan orang lebih suka menggunakan alat transportasi yang disediakan kampus tersebut.
 ini merupakan artikel dari kacamata mahasiswa , semoga artikel ini dapat menjadi pemicu ITS menjadi kampus yang sempurna dan bahkan mungkin terbaik se-Asia.

1 Komentar

Filed under Pemikiran